Artikel Umum: Hepatitis Autoimun

20130829131407949386

FAKTA:

-Hepatitis autoimun dapat menyerang pada segala jenis suku bangsa dan usia dengan puncak insiden pada wanita preadolescence, dengan perbandingan wanita dan pria 4:1 (i)
-Angka kejadian hepatitis autoimun pada kalangan kulit putih Eropa utara adalah 1,9 kasus per 100.000 orang per tahun, dengan prevalensi 16,9 kasus per 100.000 orang (ii)
-Di Amerika hepatitis autoimun terjadi pada 100.000 sampai 200.000 orang dan merupakan 5,9% dari seluruh kasus transplantasi di Negara itu, dan 2,6% transplantasi hati di Eropa (i)

PENGERTIAN

 Apa yang dimaksud Hepatitis Autoimun?
Hepatitis autoimun adalah suatu penyakit hati kronis dengan sebab yang belum diketahui, ditandai dengan peradangan dan nekrosis hepatoseluler, biasanya disertai dengan fibrosis yang cenderung progresif kearah sirosis dan gagal hati. (i) Hepatitis autoimun terdiri atas dua tipe, yaitu, tipe I dan tipe II. Perbedaan mendasar dari kedua tipe tersebut adalah asal penyebab dan cara pengobatan. Hepatitis autoimun tipe I merupakan bentuk yang paling banyak ditemukan (meliputi 80% kasus) dengan rasio pasien wanita dibanding laki-laki 4:1 dan dapat menyerang pada segala jenis usia. Hepatitis autoimun tipe II pada umumnya menyerang anak-anak (2th-14th). Tetapi di Eropa, khususnya Jerman dan Perancis, 20% pasiennya adalah dewasa. Perbedaan prevalensi dalam setiap regional mungkin berhubungan dengan perbedaan etnis dalam predisposisi genetik untuk penyakit ini. (ii)

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO

 Apa sajakah penyebab dan faktor resiko Hepatitis Autoimun?
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya hepatitis autoimun, yaitu:
-Faktor predisposisi genetik
Faktor predisposisi genetik yang dominan dalam mempengaruhi terjadinya hepatitis autoimun dalah Gen HLA. Hepatitis autoimun tipe 1 berhubungan dengan serotype HLA-DR3 dan HLA-DR4. Sedangkan hepatitis autoimun tipe 2 berhubungan dengan HLA-DQB1.
-Faktor pencetus
Faktor pencetus yang diduga dapat menyebabkan hepatitis autoimun adalah infeksi virus, obat-obatan dan toksin. Beberapa infeksi virus yang menjadi pencetus yaitu virus campak, hepatitis, cytomegalovirus dan virus Ebstein-Barr. Obat seperti metildopa, nitrofurantion, diklofenak, oksifenasetin, interferon, minosiklin dan atorvastatin dapat memicu kerusakan hepar yang mirip dengan hepatitis autoimun. (i)

GEJALA

 Bagaimana gejala dan tanda dari Hepatitis Autoimun?
Gambaran klinis hepatitis autoimun sering mencerminkan aktivitas inflamasi dari penyakit hati atau komplikasi sirosis. Gejala dan tanda yang sering terjadi seperti pada penderita hepatitis autoimun antara lain:

SISTEM SKORING

International Autoimmune Hepatitis Group (IAIHG) menetapkan suatu konsesus mengenai kriteria diagnosis untuk hepatitis. Terdapat dua kriteria, yaitu kriteria diskriptif atau diagnosis klinis dan sistem skoring. Sistem skoring direkomendasikan penggunaannya sebagai metode obyektif dalam pemilihan penderita hepatitis aoutoimun untuk tujuan penelitian.

TES DAN TATA LAKSANA

Pemeriksaan apakah untuk mendiagnosis Hepatitis Autoimun?
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis hepatitis autoimun antara lain:
-Tes darah
Pengujian sampel darah untuk antibodi dapat membedakan hepatitis autoimun dari hepatitis virus dan gangguan lain dengan gejala yang sama. Tes antibodi juga membantu menentukan jenis hepatitis autoimun.
-Biopsi hati
Biopsi hati dilakukan untuk memastikan diagnosis dan untuk menentukan tingkat dan jenis kerusakan hati. (iii)

Bagaimanakah tata laksana Hepatitis Autoimun?
Tujuan pengobatan pada hepatitis autoimun adalah untuk memperlambat atau menghentikan sistem kekebalan tubuh yang merusak sistem fungsi hati. Dengan demikian perkembangan penyakit dapat diperlambat (iii). Tata laksana yang dapat dilakukan, yaitu:
* Pemberian obat
a. Obat untuk mengontrol sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) yang digunakan pada penderita hepatitis autoimun meliputi prednisone dan azathioprine. Sistem pemberian obat pada hepatitis autoimun yaitu: (ii)

b. Obat non-imunosupresi seperti ursodeoxycholic acid (UDCA) (13-15 mg/kg per hari) dapat digunakan sebagai adjunctive therapy pada pasien hepatitis autoimun tipe 1. Obat ini dapat memperbaiki enzyme liver dalam waktu 6 bulan, tetapi tidak berhubungan dengan penurunan dosis steroid, dan tidak memperbaiki kondisi klinis serta gambaran histologis. (i)Jenis imunosupresan lain yang dapat digunakan pada penderita hepatitis autoimun yaitu, calcineurin inhibitors spt, antimetabolite spt dan cyclophosphamide. (i)
* Transplantasi hati
Transplantasi hati merupakan terapi pilihan pada pasien hepatitis autoimun yang refrakter atau tidak toleransi terhadap imunosupresan dan yang mengalami penyakit hati tahap akhir. (i)

PENCEGAHAN

 Bagaimanakah tindakan pencegahan terjadinya Hepatitis Autoimun?
Hepatitis autoimun pada umumnya tidak dapat dicegah. Mengetahui faktor risiko dapat memungkinkan deteksi dini dan pengobatan.

 

Referensi

(i) Sulaiman, Akbar, Lesmana dan Noer. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. Jakarta: Jayabadi
(ii) Feldman, Friedman, dan Brandit .2010. Sleisenger dan Fordtrans’s. Gastrointestinal and Liver Disease. Pathophysiology/ Diagnosis/ Manajemen. Ninth Edition. Canada: Saunders Elsevier.
(iii) Mayo Clinic. n.d. Autoimune Hepatitis: tests and diagnosis.
http://www.mayoclinic.com/health/autoimmune-hepatitis/DS00676/DSECTION=tests-and-diagnosis diakses pada tanggal 29 Oktober 2013