Artikel Umum: Hepatitis E

Adeno-Associated virus

FAKTA:

- Insiden Hepatitis E secara keseluruhan yaitu berkisar 1% hingga 5% dan lebih tinggi pada pada kelompok dewasa (3%-30%) daripada kelompok anak-anak (0,2%-10%) (i)
- Perbandingan kasus hepatitis E pada laki-laki dan perempuan yaitu 1:1 hingga 1:4 (i)
- Case Fatality Rate (CFR) hepatitis E adalah 1-3% dan akan meningkat apabila diderita pada saat kehamilan khususnya pada trisemester ketiga, yaitu 15-25%. (ii)

PENGERTIAN

 Apa yang dimaksud Hepatitis E?
Hepatitis E adalah salah satu jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis E. Penyakit ini dapat sembuh tanpa pengobatan dan tidak memiliki manifestasi karier atau kronik, tetapi memiliki angka mortalitas yang tinggi, khususnyA pada ibu hamil. (ii)

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO

Apa sajakah penyebab dan faktor resiko Hepatitis E?
Pada umumnya Hepatitis E terjadi karena penularan virus hepatitis E melalui  air minum yang telah terkontaminasi. Transmisi virus Hepatitis E juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan yang berasal dari hewan yang telah terinfeksi virus Hepatitis E (iii). Di Jepang, infeksi virus hepatitis E ditularkan melalui konsumsi daging mentah atau daging rusa dan daging babi hutan yang kurang matang. Selain itu, study di Amerika menunjukkan prevalensi adanya anti-HEV tertinggi terdapat pada populasi laki-laki homoseksual (15,9%), pengguna IDU (23,0%) serta pendonor darah (21,3%) (iv)

GEJALA

Bagaimana gejala dan tanda dari Hepatitis E?
Virus Hepatitis E memiliki masa inkubasi 15-60 hari (rata-rata 40 hari). Keadaan hepatitis virus akut dibagi dalam 3 stadium klinis, yaitu:
-Fase prodormal
Fase ini terjadi 1-10 hari dengan gejala yang tidak spesifik seperti malaise, kelelahan, demam, diare, nausea dan muntah.
- Fase ikterik
Pada fase ikterik umumnya terjadi peningkatan kadar bilirubin dan enzim transaminase.
- Fase konvalesens
Selama fase kovalesens, penurunan berat badan segera terkoreksi, tetapi rasa lelah akan terus terjadi selama beberapa bulan.(ii)

TES DAN PENGOBATAN

Pemeriksaan apakah untuk mendiagnosis Hepatitis E?
Pemeriksaan laboratoris dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis, yaitu meliputi pemeriksaan: serum transaminase, bilirubin, serologis, dengan metode ELISA seperti antibodi, IgG dan IgM anti HEV serta PCR dari serum dan kotoran untuk mendeteksi adanya RNA hepatitis E, selain itu dapat pula digunakan “immunofluorescent antibody blocking assays” untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen HEV di serum dan sel hati. (i)

 Bagaimanakah pengobatan Hepatitis E?
Belum ada pengobatan yang tepat dan menyembuhkan penyakit hepatitis akut, pengobatan hanya bersifat supportif. Pencegahan adalah pendekatan yang paling efektif terhadap penyakit ini. (iii)

PENCEGAHAN

 Bagaimanakah tindakan pencegahan terjadinya Hepatitis E?
Pencegahan hepatitis E khususnya di daerah endemik dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pasokan makanan, minuman serta sanitasi lingkungan. Selain itu penggunaan vaksin juga dapat mencegah penularan Hepatitis E (i)

Referensi

(i) Feldman, Friedman, dan Brandit .2010. Sleisenger dan Fordtrans’s. Gastrointestinal and Liver Disease. Pathophysiology/ Diagnosis/ Manajemen. Ninth Edition. Canada: Saunders Elsevier.
(ii) Sulaiman, Akbar, Lesmana dan Noer. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. Jakarta: Jayabadi
(iii) WHO. n.d. Hepatitis E. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs280/en/ diakses pada tanggal 20 September 2013
(iv)  Dooley, Lok, Burroughs dan Heathcote. 2011. Sherlock Diseases of The Liver and Biliary System. 12th Edition. Singapore: Willey-Blackwell