Artikel Umum: Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik (Non Alcoholic Fatty Liver Disease = NAFLD)

Nafld-2-small

FAKTA:

-Penderita NAFLD terdapat hampir sepertiga orang dewasa di Amerika Utara, 18-28% di Asia Timur, dan hampir 10% dari orang dewasa di pedesaan Asia Selatan
-Prevalensi NAFLD pada anak-anak pada usia 5-10 tahun adalah 5% dan meningkat menjadi 13-17% pada akhir masa remaja
-Secara umum, NAFLD terjadi pada laki-laki, namun, prevalensi pada wanita meningkat secara dramatis setelah menopause
-Risiko NAFLD berbeda menurut ras dan etnis dimana NAFLD lebih umum di Hispanik (dan orang-orang Asia) dibandingkan dengan Kaukasia dan Afrika Amerika
-Prevalensi NAFLD meningkat secara signifikan dengan adanya obesitas (60-80%) dan diabetes tipe 2 (60%) (i)

PENGERTIAN

Apa itu NAFLD?
Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) / Penyakit perlemakan hati non alkoholik merupakan penyakit yang erat hubungannya dengan obesitas, resistensi insulin dan dislipidemia. (ii) Batasan non alkoholik yang disetujui untuk defenisi NAFLD adalah jumlah ethanol yang dikonsumsi kurang dari 70 gram/minggu bagi wanita dan dan kurang dari 140 gram/minggu bagi pria. Saat ini NAFLD menjadi penting dalam implikasi klinis karena: a). Kausa terbanyak dari peningkatan transaminase di Amerika, b). Peningkatan prevalensi kelainan perlemakan hati dan c). Potensial berkembang menjadi sirosis hati dan karsinoma hepatoseluler. (iii)

PENYEBAB

Apa saja penyebab NAFLD?
Berbagai jenis kondisi dan zat dapat berhubungan dengan terjadinya NAFLD. Secara umum, penyebab NAFLD dibagi menjadi dua kategori, obat-obatan & toksin serta kelainan metabolik, baik yang didapat atau kongenital. Hal-hal yang berpotensi sebagai penyebab NAFLD, antara Lain:
a. Kelainan metabolik; seperti diabetes melitus, dislipidemia (gangguan metabolisme lemah), kwashiorkor dan marasmus (malnutrisi kalori dan protein), obesitas, dan penderita kelaparan.
b. Obat-obatan sitotoksik dan sitostatik, seperti obat-obatan untuk kemoterapi
c. Toksin dan obat-obatan lainnya; seperti estrogens (obat-obatan hormonal)
d. Logam-logam; seprti antimon, garam barium, krom
e. Kelainan metabolisme bawaan, seperti aberalipoproteinemina, famililal hepatosteatosis, penyakit wilson.
f. Prosedur bedah, seperti gastric bypass, reseksi usus halus.
g. Kondisi lain-lain; seperti terpapar bahan industri petrokimia, penyakit peradangan usus, lipodistrofi parsial, diverticulosis jejunum dengan pertumbuhan bakteri yang berlebihan, anemia berat dan total parental nutrition (iv)

GEJALA DAN TANDA

Bagaimana gejala dan tanda dari penderita NAFLD?
NAFLD biasanya tidak memiliki gejala dan tanda. Namun, sebagian penderita NAFLD mengeluh mudah lelah dan terdapat rasa tidak nyaman pada bagian abdomen kanan atas yang diduga berhubungan dengan distensi kapsul hati. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya stigmata penyakit hati menahun, sedangkan hepatomegali ditemukan pada 50% pasien pada tahap awal. Sebagian besar pasien mempunyai berat badan berlebih, obesitas pada bagian perut dan hipertensi ditemukan pada 15-68% kasus.

TES DAN PENGOBATAN

Bagaimana cara mengetahui NAFLD?
-Pemeriksaan laboratorium; pemeriksan SGPT, SGOT, kadar albumin serum, dan bilirubin.
-Pencitraan; Pencitraan seperti ultrasound, computerized tomography dan magnetic resonance imaging dapat digunakan untuk diagnosis NAFLD.
-Pengujian jaringan hati; Melakukan biopsi hati yaitu pengambilan sampel jaringan hati yang diperiksa di laboratorium untuk mencari tanda-tanda peradangan dan jaringan parut.

Bagaimana pengobatan NAFLD?
Beberapa pengobatan yang mampu mengurangi kerusakan hati yang berat pada pasien yang obesitas antara lain:
a) Obat yang meningkatkan sensitifitas insulin
Resistensi insulin merupakan faktor predisposisi dari NAFLD. Obat yang telah diteliti mampu memperbaiki sensitifitas insulin yaitu metformin dan golongan tiazulimindion.
b) Antioksidan
Pada pasien dengan NAFLD antioksidan berperan mencegah progresifitas steatosis menjadi steatohepatitis dan fibrosis. Obat antioksidan yang telah di uji pada NAFLD meliputi vitamin E, vitamin C dan N-acetylcystein.
c) Ursodeoxycholic acid (UDCA)
UDCA dapat melindungi sel hati terhadap cedera dan menurunkan stres oksidatif serta mengurangi produksi TNF sehingga akan meningkatkan sensitifitas insulin.
d) Obat untuk menurunkan lipid
Beberapa obat seperti clofibrate, gemfibrozil, dan atorvastatin dapat menurunkan trigliserid dan transaminase walaupun berat badan tidak turun. (iii)

PENCEGAHAN

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya NAFLD?
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko NAFLD, seperti:
• Pola makan yang sehat. Pilih pola makanan nabati yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan lemak sehat.
• Menjaga berat badan normal. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, kurangi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap harinya dan perbanyak olahraga. Jika telah memiliki berat badan normal, pertahankan dengan memilih pola makan yang sehat dan berolahraga.
• Gunakan bahan kimia dengan hati-hati. Ikuti petunjuk pada bahan kimia rumah tangga. Jika memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, ikuti langkah-langkah keamanan sesuai prosedur

REFERENSI

(i) Farrell, McCullough, Dan Day. 2013. Non-alcoholic Fatty Liver Disease. Singapore: Willey-Blackwell
(ii) Dooley, Lok, Burroughs dan Heathcote. 2011. Sherlock Diseases of The Liver and Biliary System. 12th Edition. Singapore: Willey-Blackwell
(iii) Sulaiman, Akbar, Lesmana dan Noer. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. Jakarta: Jayabadi
(iv) Feldman, Friedman, dan Brandit .2010. Sleisenger dan Fordtrans’s. Gastrointestinal and Liver Disease. Pathophysiology/ Diagnosis/ Manajemen. Ninth Edition. Canada: Saunders Elsevier.
(v) Mayoclinic. n.d. Non Alcoholic Fatty Liver Disease.http://www.mayoclinic.com/health/nonalcoholic-fatty-liver-disease/DS00577/DSECTION=prevention