Artikel Umum: Batu Empedu

gallstones1

FAKTA:

  • Kira-kira 700.000 kolesistektomi (pengankatan kantong empedu) disebabkan oleh batu empedu (i)
  • Setiap tahunnya komplikasi batu empedu menyebabkan 3000 kematian (0,12% dari seluruh angka kematian) (i)
  • Rasio penderita batu empedu pada wanita terhadap pria adalah 3:1 pada usia dewasa reproduktif, dan berkurang menjadi 2:1 pada usia diatas 70 tahun (ii)
  • Prevalensi kejadian batu empedu tertinggi terjadi pada suku Indian Pima di Amerika Utara (>75%), chili dan Kaukasia di Amerika Serikat. Prevalensi terendah pada orang Asia di Singapura dan Thailand (i)

PENGERTIAN

Apa yang dimaksud batu empedu?
Batu empedu merupakan penyakit gastroinstesinal yang paling sering ditemui. Berdasarkan komposisi kimia dan penampakan mikroskopik, batu empedu dibagi menjadi 3 jenis, yaitu batu kolesterol, batu pigmen dan batu empedu tipe campuran.  Batu kolesterol paling umum ditemui di Amerika dan Eropa (~75%) sedangkan batu pigmen lebih umum di Asia dan Afrika. Berdasarkan lokasinya, batu empedu juga diklasifikasikan menjadi batu intra hepatik, batu kantong empedu, dan batu saluran empedu (koledokolitiasis). (i)

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO

Apa yang menyebabkan batu empedu?
Pada umumnya batu empedu dapat terbentuk dalam dua cara, yaitu:
- Adanya tingkat kolesterol yang sangat tinggi di dalam kantong empedu secara bertahap membeku untuk membentuk batu. Empat dari lima batu empedu terbuat dari kolesterol.
- Adanya tingkat bilirubin yang sangat tinggi di dalam kantong empedu. Bilirubin adalah produk limbah yang dihasilkan ketika sel-sel darah merah dipecah. Satu yang tersisa dari lima batu empedu terdiri dari bilirubin (batu pigmen) (iii)

Apa saja faktor resiko terkena batu empedu?
a. Umur dan jenis kelamin
Studi epidemiologi dan klinis melaporkan bahwa batu empedu kolesterol jarang terjadi di masa kecil dan remaja, dan prevalensi batu empedu kolesterol meningkat secara linear terhadap usia pada pria maupun wanita dan mendekati 50% di usia 70 pada wanita.
b. Pola makan
Penyelidikan epidemiologi telah menunjukkan bahwa kolelithiasis kolesterol umumnya terjadi dalam populasi yang mengkonsumsi pola makan orang-orang Barat yang memiliki kalori, kolesterol, asam lemak jenuh, karbohidrat halus, protein, dan garam dalam jumlah yang tinggi, serta memiliki sedikit serat
c. Kehamilan dan paritas
Risiko pembentukan batu empedu rentan terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Peningkatan paritas juga merupakan faktor risiko untuk batu empedu, terutama pada wanita muda.
d. Kehilangan berat badan dengan cepat
Hilangnya berat badan dengan cepat merupakan faktor resiko yang umum diketahui pada pembentukan batu empedu
e. Total nutrisi parenteral
Total nutrisi parental (Total Parental Nutriton=TPN) berhubungan dengan terjadinya kolelitiasis dan kolesistitis acalculous. Sekita 45% orang dewasa dan 43% anak-anak penderita batu empedu telah menerima inisiasi TPN selama 3 atau 4 bulan
f. Lumpur empedu
Lumpur empedu adalah tahap peralihan penting dalam patogenesis batu empedu kolesterol dan batu empedu pigmen. Lumpur empedu memfasilitasi proses kristalisasi dan penggumpalan kristal kolesterol padat, serta pengendapan kalsium bilirubinate, dan berujung pada pembentukan batu makroskopik
g. Obat-obatan
Obat-obatan yang dapat memicu terjadinya batu empedu diantaranya estrogens, lipid-lowering drugs, octreotide, ceftriaxone.
h. Kelainan jaringan lemak
Investigasi epidemiologi menunjukkan bahwa kadar HDL plasma kolesterol berhubungan terbalik terhadap frekuensi terjadinya batu empedu kolesterol. Sebaliknya hipertrigliseridemia berhubungungan dengan peningkatan frekuensi terjadinya batu empedu.
i. Penyakit sistemik
Penyakit-penyakit sistemik yang dapat meningkatkan terjadinya batu empedu antara lain obesitas, diabetes melitus, gangguan pada usus halus, dan cedera tulang belakang (i)

GEJALA

Apa gejala dari penyakit batu empedu?
Pada umumnya penderita batu empedu tidak pernah memiliki gejala apapun. Batu empedu sering ditemukan pada operasi perut, pemeriksaan ketika rontgen, atau prosedur medis lainnya. Namun, jika batu yang besar menutupi saluran empedu, rasa sakit dapat timbul pada perut kanan bagian tengah hingga atas. Hal ini dikenal dengan sebutan kolik bilier. Rasa sakit dapat menghilang jika batu telah masuk ke dalam bagian awal dari usus kecil (duodenum). Gejala yang mungkin terjadi meliputi:
- Nyeri pada perut bagian atas kanan atas atau tengah
- Menguningnya kulit dan mata (jaundice)
- Tinja berwarna seperti tanah liat
- Mual dan muntah

TES DAN PENGOBATAN

Pemeriksaan apakah untuk mendiagnosis batu empedu?
Tes yang digunakan untuk mendeteksi batu empedu meliputi:
- USG abdomen
- CT scan perut
- Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
- Scanning Radionuclide kantong empedu dan saluran empedu
- Endoscopic Ultrasound
- Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)
- Percutaneous transhepatik cholangiogram (PTCA)
- Tes darah, seperti bilirubin, tes fungsi hati dan enzim pankreas

Bagaimanakah pengobatan batu empedu?
Pengobatan pada pasien batu empedu yang dapat dilakukan antara lain:
- Pembedahan, seperti kolesistektomi laparoskopi dan ERCP (endoscopic retrogade cholangiopancreatography)
- Pengobatan dengan asam chenodeoxycholic (CDCA) atau asam ursodeoxycholic (UDCA) dapat diberikan dalam bentuk pil untuk melarutkan batu empedu kolesterol yang berukuran kecil.
- Lithotripsy, seperti ESWL (electrohydraulic shock wave lithotripsy) pada batu empedu juga dapat digunakan untuk pasien tertentu yang tidak dapat menjalani operasi. Pengobatan ini jarang digunakan karena batu empedu sering muncul kembali. (iii)

PENCEGAHAN

Bagaimanakah tindakan pencegahan terjadinya batu empedu?
Pada kebanyakan orang, batu empedu tidak dapat dicegah. Untuk yang mengalami obesitas, penurunan berat badan yang cepat harus dihindari untuk mencegah terjadinya batu empedu. (iv)

REFERENSI

(i) Feldman, Friedman, dan Brandit .2010. Sleisenger dan Fordtrans’s. Gastrointestinal and Liver Disease. Pathophysiology/ Diagnosis/ Manajemen. Ninth Edition. Canada: Saunders Elsevier.
(ii) Sulaiman, Akbar, Lesmana dan Noer. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. Jakarta: Jayabadi
(iii) MNT, “What Is Gallstones? What Causes Gallstones?”, http://www.medicalnewstoday.com/articles/153981.php diakses pada tanggal 20 Mei 2013
(iv) MedlinePlus, “Gallstones” http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000273.htm diakses pada tanggal 20 Mei 2013