Artikel Umum: Kanker Saluran Empedu

cholangiocarcinoma

FAKTA
Fakta:

  • Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 di Indonesia, dan menurut statistik rumah sakit dalam Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007 kanker hati dan saluran empedu intrahepatik menempati urutan ketiga pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia. (i)
  • Angka kejadian kanker saluran empedu tertinggi di dunia terdapat di Asia Tenggara dengan rata-rata 96 per 100000 populasi. (iii)

PENGERTIAN
Apa itu Kanker Saluran Empedu?
Kanker Saluran Empedu atau cholangiocarcinoma merupakan tumor yang berasal dari jaringan epitel saluran empedu yang berada di dalam hati (intrahepatik) atau luar hati (ekstrahepatik). Angka kejadian kanker saluran empedu dalam hati lebih cenderung meningkat dibandingkan angka kejadian kanker saluran empedu diluar hati yang stabil atau menurun. Peningkatan angka kejadian kanker saluran empedu diluar hati ini belum diketahui penyebabnya, namun terdapat beberapa faktor resiko seperti infeksi cacing hati khususnya Opisthorchus viverrini dan Clonorchis sinesis. Wilayah Asia Tenggara seperi Thailand, yang endemik terhadap cacing hati ini sangat umum dengan kanker saluran empedu ekstrahepatik hati ini. (ii)

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO
Apa saja penyebab Kanker Saluran Empedu?
Pada umumnya, kanker saluran empedu tidak diketahui penyebabnya. Namun ada beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker saluran emepedu, di antaranya:

  • Kondisi Peradangan:  Primary Sclerosing Cholangitis (PSC) merupakan faktor rsiko yang paling umum untuk kanker saluran empedu. Prevalensi penderita PSC untuk terjadi kanker saluran empedu sebesar 5% sampai 15%
  • Kelainan Saluran Empedu: Orang yang lahir dengan kelainan saluran empedu (kongenital), seperti kista choledochal dan penyakit Caroli’s, memiliki risiko 10-15%  terkena kanker saluran empedu
  • Infeksi: Faktor resiko lainnya termasuk infeksi saluran empedu oleh cacing hati Opisthorchus viverrini dan Clonorchis sinesis yang endemik di daerah asia tenggara.
  • Hepatolithiasis: penderita hepatolithiasis memiliki resiko 10% untuk terkena kanker saluran empedu
  • Kolangitis bakterial yang didapat dari prosedur drainase empedu enterik
  • Zat-zat karsinogen seperti thorotrast dan dioxinThorotrast merupakan suatu agen kontras yang dahulu digunakan untuk pencitraan (imaging). Paparan terhadap thorotrast dapat menyebabkan suatu kanker dari pembuluh-pembuluh darah dalam hati. Dioxin adalah nama sekelompok senyawa kimia beracun yang terbentuk sebagai hasil pembakaran sampah dan bahan bakar.
  • Hepatitis C dan sirosis (iii)

GEJALA DAN TANDA KANKER SALURAN EMPEDU
Apa saja gejala Kanker Saluran Empedu?
Kanker saluran empedu pada umumnya tidak memiliki gejala awal sampai akhirnya mencapai tahap lanjut. Gejala yang paling umum seperti nyeri, berkeringat dimalam hari, anoreksia, kehilangan berat badan dan penurunan kinerja tubuh. (ii)

TES DAN UJI
Bagaimana cara mengetahui ada tidaknya Kanker Saluran Empedu?
Pengujian yang dapat dilakukan untuk memeriksa tumor atau penyumbatan pada saluran empedu diantaranya:

  • USG abdomen
  • CT scan abdomen
  • Sampel cairan empedu yang dilakukan sitologi
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
  • Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)
  • Percutaneous transhepatic cholangiogram (PTCA) (vi)
  • Spiral CT scan
  • MRI (magnetic resonance imaging) scan
  •  Endoscopic ultrasound scan (EUS)
  • Angiogram
  • Biopsy
  • Laparotomy (v)

STADIUM KANKER SALURAN EMPEDU
Bagaimana tahap-tahap stadium pada Kanker Saluran Empedu?
Stadium kanker adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ukuran dan apakah telah menyebar di luar tempat asalnya. Berikut tahapan stadium pada kanker saluran empedu:

  • Tahap 1A: Kanker terkandung dalam saluran empedu, dan ekstensi radikal sekunder
  • Tahap 1B: Kanker telah menyebar melalui dinding saluran empedu tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau struktur lainnya.
  • Tahap 2A: Kanker telah menyebar ke hati, pankreas, kandung empedu atau pembuluh darah di dekatnya, tetapi bukan kelenjar getah bening.
  • Tahap 2B: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Tahap 3: Kanker mempengaruhi pembuluh darah utama yang membawa darah ke dan dari hati, atau telah menyebar ke usus kecil atau besar, perut atau dinding perut. Kelenjar getah bening di perut mungkin juga terpengaruh.
  • Tahap 4: Kanker telah menyebar ke bagian-bagian tubuh seperti paru-paru. (v)

PENGOBATAN
Bagaimana mengobati Kanker Saluran Empedu?
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker saluran empedu, diantaranya:

  • Melakukan Operasi
  • Transplantasi hati
  • Radiation therapy
  • Chemotherapy (iv)
  • Chemoradiation: gabungan dari Chemotherapy dan Radiation therapy
  • Photodynamic therapy (PDT): menggunakan kombinasi sinar laser dan obat peka cahaya untuk menghancurkan sel-sel kanker (v)
  • Pemasangan stent: memasukkan tabung kecil ke saluran empedu untuk mempertahankan agar cairan empedu tetap dapat mengalir.

PENCEGAHAN
Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah Kanker Saluran Empedu?
Pencegahan dapat dilakukan dengan memakan makanan yang dimasak hingga matang untuk mengurangi infeksi akibat cacing hati yang menjadi salah satu penyebab kanker saluran empedu.

 

REFERENSI